Inspirational

“Be yourself; everyone else is already taken.” ― Oscar Wilde

Friendship

“A friend is someone who knows all about you and still loves you.” ― Elbert Hubbard

Wisdom

“ Dream as if you'll live forever, live as if you'll die today.” ― James Dean

Inner Beauty

“Boys think girls are like books, If the cover doesn't catch their eye they won't bother to read what's inside".” ― Marilyn Monroe

Relationship

“When someone loves you, the way they say your name is different. You know that your name is safe in their mouth.” ― Jess C. Scott, The Intern

Rabu, 29 September 2010

3 IDIOTS




Title:
3 IDIOTS
Release Date:
24 Dec 2009
Genre:
Comedy, Drama, Romance
Director:
Rajkumal Hirani
Writers:
Vidhu Vinod Chopra (screenplay)
Rajkumal Hirani (story)
Editor:
Rajkumal Hirani
Run Time:
2 hours 40 minutes
My Rating:
8/10

Katakana “Aal izz well” dan semua akan baik-baik saja. Begitulah yang selalu dikatakan Ranchodas Shamaldas Chancad (Aamir Khan) dalam menghadapi segala peristiwa buruk baik yang menimpa dirinya dan sahabat-sahabatnya. Awalnya Farhan Qureshi (Madhavan) dan Raju Rastogi (Sharman Joshi) , teman sekamarnya itu menganggapnya aneh, namun ternyata apa yang dilakukan Rancho adalah semata-mata karena ia punya pandangan berbeda dengan kebanyakan orang mengenai arti hidup. “Hidup bukanlah untuk mendapatkan nilai baik ataupun gelar, melainkan kita hidup untuk mengjar mimpi”, “Chase excellence and success will follow” adalah pesan yang diajarkan oleh 3 IDIOTS dengan cara yang santai dan sangat menghibur. Film ini akan membuatmu tertawa terpingkal-pingkal karena tingkah laku kocak para tokoh yang tidak terduga, ditambah sound-sound yang tentunya lucu-lucu. Namun, dalam prosesnya film ini akan mengajarkan apa sebenarnya arti hidup yang terkadang tidak kita sadari.

3 IDIOTS memceritakan tentang kehidupan Rancho, Farhan (Madhavan), dan Raju (Sharman Joshi) sebagai mahasiswa teknik yang penuh konflik. Mulai dari masalah dengan senior di awal tahun, teman yang bunuh diri karena proyeknya ditolak Virus, tingkah laku Chatur Ramalingan (mahasiswa-yang menurut dirinya sendiri-terpandai di sana), gagal saat ujian, tertariknya Rancho dengan Pia (Kareena Kapoor) anak “Virus” sebutan mereka untuk direktur Imperial College of Engineering, Raju yang berusaha bunuh diri karena diskors, dilema Farhan dalam memilih masa depan, hingga bagaimana pada akhirnya mereka dipertemukan kembali setelah bertemu dengan Rancho Palsu??

Kalian tahu apa yang hebat dari film ini? Aamir Khan tidak pernah terlihat seperti laki-laki berumur 44 tahun di sini! itu menjadi prestasi juga bagi sang Make-up Artist. Selain itu, sang sutradara pun tidak segan-segan melakukan pengambilan gambar dari atas langit yang pastinya menggunakan helicopter untuk menggambarkan suasana dan pemandangan dalam film ini agar berkesan lebih wah. Mungkin ada juga beberapa adegan saat mobil yang berisi Raju, Farhan, dan Chatur melintas di daerah pegunungan yang diambil dari atas pohon atau daru puncak bukit atau sejenisnya. Selain itu juga, setiap scene yang menggambarkan rumah Raju pasti dibuat hitam-putih, untuk menambahkan kesan jadul. walaupun lebih banyak sequence di dalam kampus atau asrama kampus, tapi shotnya yang berbeda-beda tidak membosankan. Juga banyak shot yang diambil close up untuk lebih menegaskan keadaan dalam cerita sehingga membut kita terbawa kedalam cerita (terutama saat persalinan kakaknya
Pia (Mona) di semacam aula serbaguna yang mana saat itu gelap. mereka bisa mengambil gambar tepat di atas tanpa menimbulkan bayangan kamera pada objek). Ending film ini tidak terduga, kalian pasti akan dibuat tertawa shock saat mengetahui akhirnya. At least, this film is amazing and entertaining!

Rabu, 22 September 2010


HOT FUZZ
Big Cops, Small Town, Moderate Violence
Director:
Edgar Wright
Produced by:
Nira Park
Written by:
Simon Pegg & Edgar Wright
Genre:
Action, Comedy, Mystery
Runtime:
2 hours 1 minute
Editor:
Chris Dickens
Distributed by:
Universal Pictures

Polisi London hebat. Terlalu hebat. Nicholas Angel (Simon Pegg) membuat rekan-rekan polisinya terlihat payah sehingga mereka memutuskan untuk menugaskan Angel ke kota kecil yang damai bernama Sandford. Disana ia berpasangan dengan Danny Butterman (Nick Frost), anak seorang kepala inspektur Sandford Frank Butterman (Jim Broadbent) yang senang menanyainya tentang kehidupan penuh aksi Angel saat di London. Semua terasa damai bagi Angel, sampai 2 orang actor ditemukan terbunuh secara tragis. Rekan polisi lainnya menyebutnya kecelakaan, tetapi Angel tidak bisa menerimanya. Tidak dimana banyak dan banyak lagi korban-yang menurutnya-pembunuhan berjatuhan. Angel dan Danny berada dalam situasi sulit saat tak ada yang memercayai teori pembunuhan tersebut, sampai akhirnya ia memulai investigasi dan mencoba mengungkap kebenaran dibalik misteri “kecelakaan” berantai tersebut..
Hot Fuzz merupakan serial kedua dari trilogy Blood and Ice Cream, yang mana serial pertamanya adalah Shaun Of The Dead, dan The World’s End sebagai serial terakhirnya. Bila di serial pertamanya beraliran horror-comedy (comedy-zombie), maka di serial kedua ini mereka memberikan action-comedy. Mungkin akan sulit membayangkan film action yang dibumbui komedi, dimana kebanyakan film action hanya dibumbui komedi di bagian dialog antar tokoh saja, tapi Simon Pegg dan kawan-kawan berhasil mewujudkan adegan action plus adegan komedi yang menyegarkan suasana tegang namun tidak melenceng dari setting film yang serius.
Secara teknis, film ini mengesankan dengan banyaknya shot-shot detail (amat detail) yang memperjelas setiap adegan. Dan disini banyak shot yang diambil dengan gerakan cepat (entah berputar ataupun hanya bergeser), namun hasil gambarnya mulus dan tidak membuat pusing. Walaupun ada juga shot yang tidak kontras yang maksudnya menggambarkan Angel yang melihat papan nama desa Sandford di sebelah kiri mobil (saat Angel baru menuju Sandford dengan taksi), tapi ternyata Angel digambarkan menengok kearah kanan mobil saat terkejut melihat papan tersebut.
Well, dari segi cerita,setiap adegan di film ini unpredictable dan membuat penonton tidak ingin melewatkan setiap adegannya. Klimaksnya adalah saat Angel berhasil mengungkap kebenaran dibalik semua “kecelakaan” berantai tersebut sampai terjadi tembak menembak yang..tetap mengandung unsur komedi. So, bagaimanakah akhirnya? Apakah Happy Ending? Tidak juga, ada sesuatu yang mengejutkan di endingnya. Intinya, film ini mengingatkan kita bahwa tidak semua yang ‘terlihat baik’ akan baik pula di dalamnya, terkadang ada tindak kejahatan yang berkedok kebaikan. Ini memperingatkan kita untuk berhati-hati dalam mempercayai seseorang 

Rabu, 11 Agustus 2010


FIRUS STORY

“Kultum Ratna”

Tokoh dalam cerita:
Fali
Ika (gue)
Ratna (Tulley/Tule)
Utami
Sundus
Arief
Alam (ketua kelas narsis)
Latief
Iqbal (Bibir)

Cerita sebelumnya:
Kita yang telat masuk sekolah and kekunci di depan gerbang malah makan Indomie di warung mpo Sa’adah depan sekolah ya itung itung sambil nungguin gerbang dibuka lah. Akhirnya gerbang dibuka juga..

Greeek Greek…. (suara gerbang sekolah dibuka)
“ups udah dibuka tuh” reflek Sundus masih dalam keadaan nyeruput mie, jadi mie nya baru setengah masuk mulut -___-
“cepetan eh masuk” Utami mulai bergegas
Gue ama Fali ama Ratna langsung makan mie dengan kecepatan tinggi, bahkan sampe keselek, telornya langsung dimakan dalam satu gigitan.

Bruum Bruuum …..
Sundus markir mobilnya kedalem sekolah, sementara kita jalan kaki masuk sekolah (yaiyalah jalan kaki, masa udah di depan gerbang masih mau naik mobil lagi, Cuma pengen masuk kedalem sekolah aja ribet amat bu)
---
lagi jalan di koridor kelas tiba-tiba gue dicegat ama Arief.
“eh ka, ka, pinjem pr mtk dong.” Kata Arief sambil senyam senyum sok manis-hoek-minta diperhatiin
“ngapain?” jawab gue sambil berusaha ngehindar terus pergi ke kelas tapi dicegat abis ama dia, ga dibiarin lewat
“gue belom ngerjain” sekarang pasang tampang minta belas kasihan sambil mengadahkan tangan ke gue (tunggu, ini mirip pose pengemis -___-)
“kenapa ga ngerjain?”
“yaelah lupa gue ka, tadi aja pas gue baru dateng anak anak banyak yang belom ngerjain. Katanya emang susah sih pr-nya jadi kalopun gue ngerjain dirumah juga gue ga bakal selesai ka”
“terus kenapa ga minjem aja ama mereka?” gue mulai risih, sementara Fali, Ratna, Utami, Sundus udah pada masuk kelas.
“ya yang lainnya kan juga pada belom ngerjain ka”
“masa?”
“yaelah dah lu mah nanya mulu dah, udah mana sini buku mtk lu”
Kayaknya ni anak ga bakal pergi sebelum gue bener-bener mau minjemin pr nih, ah yaudalah..
“iya ntar gue pinjemin, tapi biarin gue naro tas dulu dong”
“ye elah Cuma ngambil buku mtk doang mah sekarang juga bisa ka” ga sabaran amat ni anak atu.
“ogah, gue maunya naro tas dulu. Mau dipinjemin ga ni?”
“i-i-iya dah” nurut juga dia kalo diancem haha

---
Di kelas
BRAK! gue ngelemparin buku pr mtk ke mejanya Arief (berhubung duduknya jauh dan gue males jadi gue lempar bukunya biar hemat energi -__-)
“thanks banget ka, gue minjemnya sebentar dah ka beneran dah ga lama dah nyantai aja..”
“halah bawel cepetan keburu gurunya masuk”
Terus gue langsung nyamperin kawan kawan yang lagi ngumpul
“eh, tadi gimana tu giliran kultum gue di mushalla siapa yang gantiin? Maaf ya gue pake telat” Ratna pasang muka sok innocent padahal tu anak girang kaga jadi kultum
“oh tenang aja tul, giliran kultum lo dituker jadi abis shalat dzuhur nanti ko” kata Alam si ketua kelas narsis *peace lam*
“WHAT !!!?” tule shock tidak terkira, histeris!
“iya, tadi yang gantiin lo tu gue, nah sebagai gantinya lo nanti kultumnya abis shalat dzuhur”
“t-t-tapi n-naskahnya….” Tule ga sanggup ngelanjutin saking shocknya, Semua diem nunggu Ratna nyelesain kalimatnya
“udah abis dijadiin sarapan dia tadi di depan gerbang” lanjut gue enteng sambil ikut duduk di tengah kerumunan.
“WHAT !!!?” gantian mereka yang shock
PLAK! Kepala gue digetok pake buku mtk sama si Tule
“ eh maksud gue udah dirobek-robek ama dia” karena gue gabisa menafsirkan apa yg bakal terjadi jd gue putusin buat ga ngeledekin Tule dulu.
“…!!!!!! ” mereka ga bersuara tapi mulut mereka masih mangap menandakan kalau mereka masih cukup terpukul dengan pernyataan kedua gue
“tadi abisnya gue kira jadwal kultum gue batal gara-gara gue telat, terus naskahnya gue robek-robek deh dalam rangka merayakan kebatalannya itu..” hiyalo Ratna udah mulai panic hyahaha demen dah gue XD
“terus gimana dong? Mau ga mau lo harus bikin lagi soalnya itu masuk nilai bahasa Indonesia. Kalo lo ga bikin ya berarti nilai lo dikurangin” sang Alfa (Alam) ngancem
“UAPAA !!!?” Ratna bener-bener ga nyangka, dia kaget gila sampe mangap-mangap gitu. Lagi Ratna mangap kayak gitu tiba-tiba ada yang.. PLUK, ngelemparin bola kertas berdiameter 25 cm, oh nggak, itu terlalu tragis bisa melar nanti mulut Ratna, berdiameter sekitar 2,5 cm ke mulut Ratna. Ternyata Latief!! Wah gatau dia kalo secara ga sadar dia udah bangunin makhluk purba ganas, murkalah Ratna =.=”
“ahh! puah puah, ueeek, cih apaan tuh!? Latief!!!! Jangan ngocol deh lo!!”
“ih tante galak, kabur ah hiiiiiy…” kabur tuh si latief
Jadilah mereka kejar-kejaran di dalem goa sarang manusia purba, eh ehm maksud gue kejar-kejaran muter-muter di dalem kelas udah kayak di film India kuch kuch hotahe -___-
“yah elah mulai lagi ni anak” Utami menghela napas, emang inilah pemandangan sehari hari disini. Bisa lo bayangin kan gimana tampang Latief yang lagi ngibrit dikejar kejar Ratna yang horornya ga jauh beda ama di kejar ‘The Grudge’?
Nah, disitu gue bermaksud nyelengkat Latief biar dia abis dimakan Ratna (wahaha SUMANTI! XD) tapi ternyata ckck Latief berhasil loncat menghindari kaki gue dan eeiit…BRUUKK! Yang kena malah ngg…R-a-t-n-a.
“ups, aduh gaswat, matilah gue, waaaa!!!” gue langsung gunakan jurus sejuta ribu (belom pernah ada kan yang pake ni jurus?)
“I-K-AAAA !!!!!!” ratna murka ga ada ampun gila dah!
“WUAAAA !!!!!!” gue lari dan menghindar secepat mungkin, tapi SIALNYA karena banyak orang di kelas yang lagi pada mondar mandir nyontek pr dari sana sini gue jadi ribet mau menghindar sampe akhirnya ketangkeplah gue yang udah terpojok di tembok belakang kelas!
“CARI MATI LO YA KA !!! bla bla bla…” gue udah ga denger deh apa semprotan (perkataan) Ratna, gue sibuk nangkis pukulannya dia yang naujubille lose control banget! Nah, disitu orang terdekat yang gue liat Cuma si Bibir (Iqbal) yang kayaknya sengaja datang dari kelas sebelah buat nyalin pr kali, tapi bodo amat deh ga peduli gue, gue panggil aja dia.
“Bir!! Bir!! Tolongin gue dong!! “
“Wets ika!” Bibir malah shock ketakutan sendiri liat Ratna yang udah menyeringai
“HELP~~~~” siapapun tolong gue~
“oke ka oke sabar, gue bakal nolongin lo, oke? Tenang..” hyaa lambretta sekali si bibir ini. Bibir lalu narik napas dalem-dalem, bahkan sampe melakukan gerakan yoga dulu (et dah kok lama amat yak? =.=”) baru dia beraksi.
“eh eh rat, rat” si bibir nyolek-nyolek punggung Ratna
“APA !!!” Ratna menyeringai siap menerkam si Bibir
“wets.. i-itu..lo dipanggil pa sopi itu” bibir berusaha mengumpulkan keberanian buat ngucapin satu kalimat ini seprofesional mungkin
“hah ngapain?” ratna mulai tenang, ga mukulin gue lagi sementara gue sampe merosot sit on the floor saking ngerinya.
“mana gue tau, mau ngomongin soal kultum lo ntar abis shalat dzuhur kali” yeah bibir mulai melancarkan aksinya.
“eh? Duh, gimana nih.. dimana pa sopinya?” mulai panic bingung si Tule hahaha
“dibawah deh tadi”
Jadilah Ratna pergi ke bawah ninggalin kelas HAHAHA pinter juga si bibir ini.. XD
“thanks ya bir” gue langsung beranjak dari situ
“eh, tunggu. Upahnya mana?”
“yaelah lo minta aja ama Tule” jawab gue sambil pergi
“hah ama Tule!?” tiba-tiba bulu kuduk Bibir berdiri tegak semua
“ Hiiiiiy cari mati amat itu, mendingan ga usah deh ~___~” si bibir meringis sendiri.


FIRUS STORY

“Makan Mie Di Warung Depan Sekolah Pas Telat”

Tokoh dalam cerita:
Fali
Ika (gue)
Ratna (Tulley/Tule)
Utami
Sundus

Ya, ini cuma cerita lepas aja, mohon maaf kalo ada kesamaan nama atau sifat yaa NYADAR DONG KALO LO TU NGE-COPY KITA ! PEMBAJAKAN ITU NAMANYA ya tapi jangan diambil hati lah enjoy aja bacanyaaa~~ oke gan?! XD


Pagi-pagi mau berangkat sekolah gue nungguin dijemput ama mobilnya sundus (of course maksud gue dijemput ama sundus yang naik mobil gitu) karena gue, fali, ratna, utami, sundus berangkatnya bareng.

Niiiit Niiiiiiiitt …….
“ma, ika berangkat (sekolah) ya” sambil salim sama mama papa
“iya salam buat orang yang lewat di jalan ya” kata mama
“jangan lupa bawa oleh-oleh ya” kata papa
“zzzzz”
“apa deh ni orang tua dua-duanya kacau ga nyambung semua -____-“ *ngomong dalem hati*
Nah, pas gue keluar pager, gue barengan ama fali yang juga mau nyamper mobil sundus *ATTENTION rumah gue ama fali cuma selang dua rumah jadi sambil ngesot juga bisa, tapi jujur gue belom pernah ngesot kerumahnya*
“yo ka” sapa fali
“yo fal” jawaban yang sama dengan sapaannya, Cuma diganti namanya doang

Oh ya, rumah gue, fali and sundus masih satu komplek, jadi kalo dijemput bakal kita duluan yang dijemput tapi kalo dianter pulang bakal jadi yang paling terakhir ck.
Abis itu baru jemput Utami, terakhir jemput Ratna deh (padahal rumah Tule paling deket ama sekolah, rasanya gausah dijemput juga gapapa sih tapi ya gimana yaa hahahaha)

“woke lengkaplah sudah, ayo kita berangkat! yeah!” semangat nih gue teriak di dalem mobil
“biasa aja kaleee” ratna sewot
“yoy suka suka gue dong ahahahaha”
“et dah ni anak malah cekikikan”
“knapa maaas ga sukaaa?”
“kalo gak kenapa!” hiyalo ratna memulai adegan melotonya yang rutin dilakukan sehabis makan dan sebelum tidur *eh tunggu, itu mah cara minum obat deh -___-*
“wih pagi pagi udah nyeremin, gimana entar” ledek gue sambil nyubit pipi ratna
“iiih ngapain sih loooo ga mau gueeee !!” ratna meronta ronta kayak mau diperkosa (OMG -____-)
“zzz pake nanya lagi ni anak, jelas jelas gue lagi nyubit pipinya” terus gue lepasin tangan gue dari pipinya, dan sialnyaaaa….
“GUE BALES LO KA !!!” ratna membabi buta berusaha membalas perlakuan gue dengan sekejam kejamnya, eits tapi gue bisa nangkis coy tapi ratna mana mau diem kalo belom ngebales gue
“ahahaha ga kena yeee” ledek gue sambil bersilat tangan (bukan bersilat lidah lah ye)
“sialan, curang!”
“curang apa sih? Jelas jelas wasitnya diem diem aja” *wait a second, emang ada wasit disitu???*
Ya jadilah kita berdua berantem, bahkan ratna ampe berusaha gebukin gue pake ranselnya *bagi para tokoh, lo semua tau kan kayak apa beratnya tasnya Tule?*
Terus tiba-tiba Fali teriak,
“WOY !!! nyadar dong lo berdua kalo kita tuh UDAH NYAMPE !!!”
“ha?” bener-bener expresi yang ga diharapkan dari gue ama Ratna yang cengo nengok kearah fali masih dalam keadaan saling cubit pipi. Yaudah deh kita semua turun dari mobil but oh God…..
Pintu gerbang udah ditutup, DITUTUP ! alias TELAT !
“lhaa gimana cara dah pintu gerbang udah ditutup, perasaan gue udah ngebut dah!” sundus ngomel-ngomel.
“sepertinya Allah berkehendak lain” Utami masih stay cool sambil bersandar di kap mobil
“yahh gue tidur lagi aja deh, ntar juga dibukain lagi abis pada shalat dhuha” kata Fali enteng (di SMP gue shalat dhuha and tadarus dulu baru masuk pelajaran)
Sementara gue ga tanggung-tanggung teriak manggil satpam sekolah,
“PA YUDHOOOOO~~~!!!!!! PA YUDHOOOOO~~~!!!!!!” tapi yang dipanggil ga kunjung datang
“YESSSS berarti jadwal kultum gue di mushalla yang harusnya hari ini BATAL dong!” ratna kegirangan sambil ngerobek robek naskah kultumnya sesadis mungkin (di sekolah ini juga abis tadarus and shalat dhuha ada kultum perwakilan kelas tiap harinya)
“gila man, mengerikan abis. Kita kan telat juga gara-gara nungguin lo beli tissue gulung dulu, mana maunya tissue toilet pula, kita kan jadi harus mampir ke G*ant dolo~” gue mulai manas manasin Tule, daripada ga ada kerjaan -,-
“heh enak aja, yang ada bukannya kita nungguin lo melaksanakan amanat emak lo buat ngasih salam ke tiap orang yang lewat di jalan kali~” juteeeek banget tuh Ratna jawabnya
“ckck ni anak berantem lagi” sundus udah B to the T alias BT.
“bodo amat, emang ika nya aja yang nyari gara-gara duluan ama gue!”
“masa ah? Gue biasa aja tuh” jawab gue enteng
“yee jelas-jelas lo tadi ngeledekin duluan, lo nyalahin gue yang bikin lo pada telat gara-gara gue harus beli tissue gulung toilet dulu di G*ant terus udah gitu lo ga mau ngaku lagi kalo lo juga…” tiba-tiba omelannya ratna terhenti ngeliat gue yang ga peduli ama dia and malah mesen indomie rebus di warung mpo sa’adah di depan sekolah.
“empooook, indomie rebusnya satu dong. Yang soto ya, pake telor”
Ternyata I’ve caused a huge explotion O.O
“UUGH….I-K-A !!!!! LO GA DENGERIN GUE NGOMONG APA !!!? LO MALAH PAKE MESEN MIE SEGALA LAH!!!! BT BANGET GUE AMA LO !!!!!’
“ups” gue Cuma bisa bilang gitu sambil kaget o.o sementara yang lainnya Cuma cengo ngeliatin ratna yang meledak-ledak ampe mukanya merah kayak bendera PDI (maaf bukan maksud mencemarkan nama baik)
“gue laper~~” kata gue dengan nada memelas T.T
“KITA JUGA PADA LAPER TAU !! TAPI PLEASE DONG KITA AJA GA PADA MAKAN TUH, KARENA KITA JUGA LAGI PANIK MIKIRIN NASIB KITA YANG KEKUNCI DI DEPAN GERBANG !!!!”
“mpo, indomie rebus 1, indomie goreng 2” tiba2 Fali udah mesen mie juga sekaligus buat Utami and Sundus hahaha XD
“KO LO SEMUA MALAH PADA MESEN MIE JUGA SIH!??”
“laper Tuul~ daripada kita bengong nungguin gerbang dibukain mendingan sambil sarapan. Lo juga belom sarapan kan?” kata Sundus nyantai
“i-iya sih..” ratna mulai tergagap gagap ngaku kalo dia juga laper.
“yaudah pesen aja, lo mau apa? Mie goreng apa mie rebus?” Tanya Utami
“ngg.m-.mie goreng aja deh” jawab Tule malu malu
“ngg..p-pake telor mpo..” Tule nambahin
“wakakaka laper juga kan lo. Mesen juga akhirnya wakakakaka” gue ngakak ngeliat tingkah tule
BUKKK !!! gue dijitak.
“diem aja lo” jawab Tule jutek sambil langsung duduk di bangku.

NB: gue sering nyebut nama Ratna dengan sebutan Tule, tapi kadang juga Ratna, jadi kalo gue suka ganti-ganti kadang tule kadang Ratna jangan bingung ya *PEACE*


*SELESAAAAI~~~~ sorry ya kalo ada yang ga suka, namanya juga CERITA FIKTIF BELAKA walaupun sebagian benar terjadi. Pokoknya, tunggu chapter berikutnya yaaaaa *

Selasa, 10 Agustus 2010

FIRUS STORY

CHAPTER 2

Yak! Bertemu lagi dengan saya dalam cerita ini yahaha..
Di chapter ini gw lagi nemenin Ratna (yang atas gagasan dan prakarsa sundus Ratna jadi dipanggil “Tulley” karena sebab yg jelas ga jelas gw jg ga begitu paham tuh -__-) ke gym buat balikin baju orang ga dikenal yg kmaren minjemin baju ke Ratna, sementara yg lain nunggu di mobil (mobilnya sundus cuy).

Oke! Kita mulai aja deh, takut durasinya keburu abis wkwkwk..! XD

“mana sih ruang fitness-nya? Gw udah pusing nih dari tadi muter – muter mulu” biasalah gw yg mulai cari masalah ama Tulley dengan membuka pembicaraan yg penting ga penting.
“tunggu dulu bentar lagi nyampe”
“ah, elo dari tadi ngomongnya bentar lagi mulu dah” gw mulai manyun bt~

Trus gw lanjutin nanya,
“eh Tul, kata lu kan yg minjemin ni baju orang asing, berarti dia orang luar negeri? Ato Cuma orang yg kebetulan lewat aja n’ karena lu ga kenal jadi lu bilang it orang asing gitu?”
“ha?” ratna Cuma pasang expresi cengo ga ngerti
“orang gila kan juga orang asing! Kalo alien sih makhluk asing!”
“…” ratna bt denger omongan bodoh gw
“ya orang luar negeri lah!” bentak dia di depan muka gw ampe rasanya gw merasakan ‘hujan lokal’ (tau kan maksudnya?)
“oh..he-eh” gw Cuma ngangguk

Gw trus jalan sambil mikir, biasanya kan orang yg fitness itu cowok, walopun banyak juga yg cewe, akhirnya gw nanya lagi dah daripada gw mati penasaran..(ga sampe segitunya sih =.=”)
“Tul, orang asingnya cewe ato cowo sih?”
“cowo sih”
“ko cowo minjemin baju cewe sih?” mulai deh ucapan bodoh gw bikin ratna emosi.
“eh Ika, bajunya ini baju cowo tau! Mana gede banget pula! Lo bayangin aja gw kan malu pulang dalam keadaan kelelep baju gitu!” omel Ratna dengan nada n tampang mengancam gw supaya ga ketawa ngebayangin apa yg dia ucapin tadi.
“oh gicu..” ya akhirnya Cuma inilahj yg keluar dari mulut gw.

Akhirnya! Setelah 5 abad muter-muter (oh ko dramatisir banget deh, sebenernya Cuma 55,42 menit sih) ketemu juga tu ruangan gym yg adanya di pojokannya pojok lobby.
Tapi sebelum buka pintu, Ratna keliatan gemeteran di depan pintu masuk gym.
“napa lo Tul malah diem di depan pintu? Gemeteran gitu lagi?”
“ng.. gpp, gw..”
“oh gw tau! Lo kebelet ya!? Tuh tadi gw liat KM (Kamar Mandi ya bukan Kamar Mayat atopun Kantong Muntah) disana! eh? Disana denk! Eh, ato disana yak??? Eh bukan, kayaknya disana deh tadi” kumat deh penyakit buta arah gw..-__-
Ratna ga bereaksi..
“ya ampun Tulley!! Lo nahan kebelet ampe muka lo pucet kayak fir’aun diawetin pake balsem gitu!? Sumpeh gw ga tega ayo gw anterin ke KM deh!”
“I-K-A . . . gw bukan kebelet tau, tapi grogi!!!” ratna geram..mukanya terlihat seperti werewolf saat itu
“okh..” gentian gw yg pucet karena takut dibunuh di tempat ==”
“knapa nervous coba?”
“kan orangnya serem, tinggi besar..”
“tinggi besar?” alis gw naik sebelah tanda bingung
“iya, tinggi besar!”
“halah udah ah sini gw aja yg nganterin!” gw udah ga sabar, kaki gw udah pegel boo daritadi muter-muter terus.. gw langsung jalan masuk tapi gw lupa akan sesuatu.
“btw, namanya siapa?”
“mm.. kalo ga salah gw liat di topi yg dia pake ada namanya Alex, rambutnya panjang, tinggi besar”
“rambut panjang? Dia cewek yak??” gw mulai bingung dah ah..
“bukan!”
“oh, Waria!???” gw mulai shock menyadari hal ini..

BHUKKKK !!!!

“bukan juga !!!” bahu kanan gw ditonjok ama Ratna
“udah cepetan masuk!!”

Di dalem gym…..
“hadoh tul, tempatnya nyeremin gila yah,,, masa perutnya pada kotak kotak, kaki tangannya pada bulet berotot n’ uratnya keliatan semua udah kayak mau keluar dari kulit”
gw udah meringis merinding disana.. tapi ya gimana? Ni baju harus dibalikin di tempat ini juga karena tu orang asing Cuma kasih petunjuk (halah petunjuk sok detektif banget deh gw~) di kertas yg kebetulan fali ga sengaja nemu pas lagi ngorek2 isi kantonh celananya siapa tau ada duitnya (berhubung dia orang luar jadi duitnya dollar-an kan lumayan lah kalo dituker ke rupiah wuahaha XD)

“tul, knapa ga lo minta no hp nya aja sih?”
“ga kepikiran gw”
“halah biasanya juga kalo kenalan ama cowo lu langsung minta no hp-nya secepat kilat” hyaa gw nyautin sambil pasang tampang slenge’an
“iya apa? Kapan!? Fitnah bhuanggettt looee!!!” hiyaloo gw sukses bikin ratna naik darah lagi, biarin ah ge giniin terus ampe dia kena darah tinggi gara-gara naik darah mulu HUA-HA-HA-HA . . . . (devil laugh)

Sementara yang lainnya di mobil (Fali, Utami, Sundus)~~

Niiiiit . . . Niiiiii ii iiitt . . . .
“aah! Lama banget sih tu anak! Gw kan ga betah disini! Emang apa susahnya sih balikin baju doang?!” Sundus udah ngomel-ngomel sambil mencetin klakson
“sabar dikit dong Suun…” nah Utami mencoba menenangkan Sundus
“Jangan-jangan mereka ikut fitness lagi!?” Fali mulai menduga-duga
“Lhaa…ikut fitness!!??? Ga fitness aja mereka udah settrong (strong maksudnya) gimana ikut fitness??? SUPER DUPER lah mereka!”yo Utami shock.
“kita bias dijadiin alat latihan fitness mereka nih bisa-bisa..omg mengerikan~” kata Fali sambil berusaha mencari angin segar dengan ngeluarin kepalanya keluar jendela mobil
“awas cuy ntar kpala lo kesamber” nasehat si utami yg emang udah jadi rutinitas dia karena kita semua emang badung2 (katanya~~)
“ha? Kesamber apaan? Gledek?” fali nyaut tapi masih dalam keadaan ngademin kepala.
“maksud gw ntar ada truk gandeng yg lagi melaju dengan kecepatan 500km/s (buset ni truk apa jet???) nyamber kepala lo yg lagi nongol itu”
Fali langsung kaku.
Fali langsung bergidik.
Fali langsung duduk manis ambil megangin kpalanya.
“hiiiiyyyy…. Gw ngerrri ah” sahut fali sambil ngucapin huruf R-nya cadel kayak orang inggris gitu.
“haaaargggh pokoknya lamaaaaa!!!!!” pekik sundus membelah dunia (halah lebay hahaha)
Niiiii iiii iiiiiiittt . . . . . niiiii iii iiiiiit. . . . . niiiii iii iiii iiiittt !!!!!!!
(nah lhooo ada yg bisa ngitung ga ada berapa huruf I di atas? Ayo yg bisa jawab nanti dapet hadiah foto eksklusifnya Ratna! Wkakakak! XD)
“wah sundus kalo udah kayak gini susah deh, harus kita setelin lagu keroncongan dulu baru anteng tu anak!” bisik Fali ke Utami dengan volume suara: 15 (zzzz….==”)
“ah masa??” utami heran
“HEH SORRY YA GW NGGAK SUKA YG NAMANYA LAGU KERONCONGAN TAU!!!!” omel Sundus tiba-tiba
“kok lo tau sih kita ngomongin lo?” kata fali sambil manyun n’ naikin satu alisnya
“hah suara lo tu ga kayak orang bisik-bisik sih!” sundus mulai melototin fail, serem juga euy, walopun masih bengisan ratna sih..=.=”

Sekarang kita tengok nasib gw ama ratna di dalem gym..

BHUAKK!!!!
Ada yg ngebody gw (nabrak maksudnya). Tapi, hiiiy yg nabrak gw syerem gila, rambutnya gondrong, badannya guide, keringetnya bercucuran abis fitness mungkin ato abis dikejar-kejar kuda? Oh ga mungkin ada kuda disini, kalo ada rentenir yg nagihin utang ke dia mungkin aja kan? Ato mungkin dia abis liat penampakan berwajah ratna di pojokan gitu.. aduh gw mulai mengakhayal yg ngga-ngga -___-
“sorry, ngga apa-apa?” ngomongnya ga lancar karna emang kliatan dia bule masuk gym (bukan bule masuk kampung yee)
“hoh ga pa-pa ko” padahal sebenernya sakit buanget toeh! Tapi gw takut dijadiin perkedel ah ama tu bule jadi cari damai ajalah ahahaha..
“ka, sakit ga?” bisik ratna
“ya anggep aja kayak lengan lo mau copot”
Ratna pasang tampang ngeri.
“tapi yg paling ga banget tu keringetnya ni yg ngeresep semua di baju gw, ampun daah..”
“hiiiiyyyy…..!!!” ratna menjauh
Si bule bengong ngeliatin ratna ampe ngiler kayak Patrick kalo lagi bengong, suasana hening selama mungkin, udah puas kali tu bule bengong dia ngomong sesuatu.
“kamu perempuan yang kemarin ya?” Tanya si bule
Gantian ratna yg bengong kaget
“oh saya rasa anda salah sangka, temen saya ini bukan perempuan. Memang luarnya perempuan tapi dalemnya pria sejati! Huahahaha!!” si bule shock berat denger gw ngomong gitu sementara gw merasa kaki gw remuk diinjek ama Manny si mammoth yg ada di Ice Age, but,,oh ternyata ratna yg nginjek kaki gw..
“nggak! Saya perempuan you know!? Cewek!” haha ratna berusaha membela diri.
muka si bule udah normal lagi, tapi dia pasang tampang bingung, mungkin dia ga percaya ama ratna barusan.
“kamu yang kemarin panic di kolam renang karena kehilangan baju kan?”
“haa..iya..” ratna seneng akhirnya dia nemuin orang yg namanya Alex itu tp dia merasa ga enak kalo diinget gara2 kejadian kemaren -___-“
“haha kamu sedang apa disini? Kamu fitness juga?”
“nggak.”
“kita mau balikin baju anda” gw langsung aja biar cepet.
“oh! Wah terimakasih, saya sangat tidak menyangka kalian akan kesini mengembalikan baju saya” si bule takjub. Gw sih no problem aja ama ni bule, Cuma bahasa bakunya itu loh,, ga kuat gw dengernya =.= (maklum anak gaol! Wakaka XD)
“harusnya saya yg berterima kasih” si ratna mulai senyam-senyum TP (Tebar Pesona yaa bukan Transfer Pulsa, pliss dehh..)

‘5,6,7,8!! Nananana! Nananana nanana.. you are the music in me’

Hp gw bunyi, yg diatas tu suara ringtone hp gw tu ya!~
Gw liat di layar fali yg nelpon gw.
“yo Fal” gw angkat tuh
“woy ka!! NIIIIIIT (suara klakson) udah belom?? NIIIT Sundus udah membabi buta tu!! NIIIT”
“Apa!? Sundus jadi babi buta!??”
“m-e-m-b-a-b-i-b-u-t-a!!”
“knapa si lo fal? Lagi blajar ngeja ya? Ngapain ampe telpon gw? Mau lapor perkembangan blajar membaca lo? Oh udah bagus ko, terus blajar aja”
“…………”
“lo skarang dimanaaa!???? Jangan ampe sundus ngebacok lo pada gara2 klamaan yak!”
Mendengar itu gw langsung ngerti kalo sundus udah ngamuk n’ menggila, jadi gw cari damai aja (lagi)
“hiiiyy i-iya udah ni lagi mau keluar”
“cepetan! Lu ga mau kan kalo nanti sundus ampe makanin jok mobil?!”
“ngg..” gw cengo
“yoa dah ahaha nyantai meen lu setelin mp3 Didi Kempot aja tuh ada di tas gw udah bawa buat jaga-jaga kalo kayak gini”
“aye2 sir!”
Nuuuuutt……~~~ dimatiin telponnya.
“oh ya maaf, temen kita udah nunggu jadi kita harus buru-buru pergi” gw ngeyakinin si bule
“oh kalau begitu ini kartu nama saya, mungkin kalian bisa hubungi saya lagi kalau baju kalian ilang lagi. Lagipula biasanya kalau di film-film orang yang sesudah kenalan akan memberikan kartu namanya bukan?” katanya sambil nyodorin kartu warna ungu janda wahahaha janda kembang kale???
“ih..mending gw telpon ika aja deh kalo gitu mah” bisik ratna ogah ama pendapat si bule
“korban ikaln dia” bisik gw.
Tapi ko gw liat di kartu namanya nama dia Erick bukan Alex, jangan2 ni bule ngaku2 jadi Alex gara2 berpendapat kita anak ingusan bertampang mudah ditipu buat ngedapetin baju yg ngg.. ga bagus2 amat kok..(NB: ingusan tu bukan berarti ingusnya meler ya~)
“hem..maaf..bukannya nama anda Alex? Kata temen saya ini waktu itu anda pakai topi yg ada namanya ‘Alex’.” Gw coba cek n’ ricek deh..
“hah? Ooh topi itu bukan milik saya, beberapa hari lalu saya menemukannya di pinggir jalan jadi saya ambil”
Zzzzzz…………
Gw ngelirik ratna samil pasang tampang siap2 gw racunin dengan ‘larutan afro’ yg gw bikin kalo nanti udah pulang.
Ratna meringis mundur-mundur jaga jarak ama gw sampe 50 km (omg jauh amat, mundur nyampe mana lo tul?)
“Udahlah pokoknya kita cabut aja” kata gw sambil nyeret Ratna ke parkiran
“uwaaa iya kaa ampun kaaa ampuun jangan jadiin gw kelinci percobaan di laboratorium kaa~~~” ratna merengek minta ampun, gentian gw yg nyiksa ratna hahahaha

~SELESAI~

FIRUS STORY

Dialog Lepas Kegiatan Sehari – Hari

Actually ini cuma cerita selingan alias iseng bin ga ada kerjaan bin ngisi waktu bin belom bikin next chapter bin asal jadi bin titan dah tuh ckck. And more, this story’s just half real half fiction, tanpa maksud unsur menyinggung apalagi menghina Cuma untuk menghibur kok, jadi maaf aja ya kalo misalnya ada yang ga suka.
Oke, disini kita akan coba mengintip kegiatan para tokoh di luar sekolah, anggap aja kita jadi stalker (penguntit) atau ngerekam dengan kamera cctv haha gaya banget dah XD

Mari kita mulai dengan Fali….
“Jojooon….jooon.. sini makan dulu joon.. ih jojon lucu banget sih abis dimandiin ya hihi pinter.. eh oni mana? Oniiiiii…. Oni oni oni..ayo oni makan dulu, jojon aja udah makan nih bareng jojon yaa..” lagi keasyikan ngurusin Oni and Jojon (ATTENTION! Oni and Jojon itu kucing peliharaannya Fali)
“Fal, nih minumnya si Oni ama Jojon” ibunya tiba-tiba dateng bawa mangkok berisi air
“ih ibuuu masa oni ama jojon dikasih es jeruk!?” fali syok ngeliat isi mangkoknya ternyata es jeruk
“lah kan biar seger lagi panas-panas gini”
“tapi susu sachetan buat oni ama jojon kan masih ada tu di meja”
“hm? yang rasa vanilla ya? Yah baru aja bapa seduh nih mau bapa minum” bapaknya nyaut dari depan tv
“iiiiiiih bapaaaa itu buat oni ama jojoon, bapa beli aja sendiri” fali nyerobot susu vanilla yang 0,1 detik lagi masuk ke mulut bapaknya
“lhaa faal bapa kan juga mauuu T__T” bapaknya Cuma ngarep dari jauh -____-

Lanjut ke gue…
Hm gue lagi nyantai di kamar ngedengerin mp3 sambil ol di hp. 5 detik kemudian..
MEOOOONG!!!! MAOOO!!!!
Ada kucing berantem deket jendela
“pus pus.. husss eh kucing jelek, sepuh sana lo udah tua masih pengen kucing perawan ckck” gue berusaha melindungi si kucing betina (kok rada freak sih gue -___-) akhirya si kucing sepuh pergi terus gue so-ak (sok akrab) gitu ama si kucing betina
“pus pus miuuuw”
“graooo!!!” sial gue malah dicakar trus ditinggal pergi ama tu kucing galak.
Okay fine, gue lanjutin ol and menikmati lagu2 Owl City.
30 detik kemudian…
“I’d like to make myself believe..” gue lagi duet ama Owl City hahaha
“kakaaaaak!! Huweeee kakaaaak..!! mas nakaaal !!!” suara Rizda yang lagi meronta berantem ama endru diruang tamu bawah, gue turun nyamperin tu anak dua
“knapa?”
“ini masnya hiks hiks duit aku dimbil hiks hiks..” masih sesenggukan si rizda ngomong sambil nangis gitu
“apaan orang kata mama duit yang di sebelah tv tu buat endru tau woo serpek woo” endru emosi and ngatain rizda
Trus gue longok di samping kanan tv ada duit 3ribu
“tu duit siapa?” Tanya gue
“eh?” endru cengo
“itu punya mas!! Punya aku kan disamping kiri tv tau hiks hiks..” rizda membela diri
“eh iya yaudah haha sori!!” endru langsung kabur keluar
“ckck” gue balik lagi ke kamar sementara rizda main ibu-ibuan ama temen-temennya

Sekarang kita liat Tule..
Ctik ctik ctik Tule lagi tiduran dikamar sambil serius semangat membara ngetik keypad hp-nya buat ngirim sms ikutan kuis di majalah.
“nah, dapet deh guee hahaha gampang banget sih pertanyaannya”
“eh tapi kok smsnya ga delivered ya?” Tule bingung
“hmm….”
Trus dia coba cek pulsanya
Pulsa Anda Rp.1,5698978 (mana ada pulsa angakanya desimal gini? ==”) aktif sampai 24/12/09, masa tenggang 23/01/09
“O-M-G !!!!!!!!!!” tule menjerit langsung meloncat dari tempat tidurnya and mengambil langkah seribu ke counter pulsa terdekat
“bang! Goceng! 08**930835**!”
“nah! Baru sekarang kirim smsnyaaaa!!....... yak, delivered!! Yahahahha!” tule merasa udah memenangkan pertarungan
Pip piip pip piip ada sms masuk, dari pihak penyelenggara kuis
“selamat! Jawaban Anda tepat sekali, namun sayang baru saja ada yang menjawab dengan tepat sesaat sebelum Anda sms. Jadi maaf, Anda tidak memenangkan hadiahnya”
“WHAT THE …!!!??????” Tule shocking terpaku masih berdiri di depan counter
“neng, knapa neng? Neng? Neng, neng knapa neng?” si abang counter bingung takut dikira abis ngapa2inin ni anak

Sip, ayo kerumah Utami..
“bawangnya diiris nak”
“iya bu” ternyata utami lagi bantuin ibunya masak
“hiks..hiks..” air mata utami keluar waktu ngiris bawang
“ya ampun, baru ngiris satu masa udah nangis sih, udah tuh kamu goreng ikan aja”
Pletak pletok minyaknya nyiprat kmana2!
“uwaaa ibuu minyaknya nyiprat ke tangan buuu!”
“aduh, ya tutupin dong wajannya. Nih kamu nyuci beras aja deh!”
Utami nyuci beras.. udah selesai.. bersih..
“nih bu berasnya langsung dima.. waaaa!!!!” BRUUK!! Utami kepeleset trus jatoh deh, berasnya tumpah berantakan deh
“ya ampun Utamiiii…. Kamu dari tadi ga bener amat sih! Udah kamu jagain ade aja gih biar mama yang masak!” ibunya ngomel
“i-iya buu maaf =____=”

Haha terakhir kita intip kerumah Sundus..
“ya, turunkan kepala, lenturkan pinggang dan tulang punggung, pelan-pelan, satu, dua..” sundus lagi ikut senam ibu-ibu yang dipimpin ama umi-nya dirumahnya
“uhmm mi” sundus manggil uminya (masih dalam posisi kayang)
“dua, dua, tiga, empat.. ya kak?” *sundus dipanggil ‘kakak’ kalo dirumah*
“kakak kebelet >.<”
“entar dulu tanggung”
“oh yaudah”
“sekarang lenting pinggang. Tarik badannya ke atas, kepalanya angkat ke atas, satu, dua..” udah ganti posisi
“umi..”
“tiga, empat, ya kak?”
“masih lama ga?”
“tujuh, delapan, bentar lagi tanggung”
“aah dari tadi bilangnya tanggung mulu”
“dua, dua, tahan kak”
“ga kuat umiiii >~<”
“lima, enam, tanggung, beneran deh”
“ga kuaaaat >.< kakak ke kamar mandi sebentar deh mi sebentaaaar aja” mulai tawar menawar
“yaudah, tapi tanggung kak. Sekarang posisi lilin, angkat kakinya ke atas”
“bentaaaaaaaaaarrrrr~~~~” sundus langsung ngacir tanpa basa basi
Pas sundus udah balik dari kamar mandi, ruang senam udah sepi, tinggal uminya yang lagi ngerapiin rambut di depan kaca yang ukurannya sama kayak tembok disitu
“kok sepi mi?”
“lha udah pada pulang, kan tadi umi bilang tanggung senamnya, kakak sih ga sabaran..”
“zzzzzzzz -_____-“

Sorry kalau ga menarik, namanya juga cerita iseng haha. Bagi yang mau kirim kritik, saran ataupun salam bagi para tokoh real-nya (tokoh2 and karakternya real loh) silakan comment aja disini hahahaha

Senin, 09 Agustus 2010

Yasu's Spit of Mind

I LOVE CAT CAT CATS !!!!














Selasa, 03 Agustus 2010

Karakter Berdasarkan Golongan Darah

Sifat Secara Umum

A
terorganisir, konsisten, jiwa kerjasamanya tinggi, tapi selalu cemas (karena perfeksionis) yang kadang bikin orang mudah sebal dengannya.

B
santai, easy going, bebas dan paling menikmati hidup (bisa dibilang otak paradise)

O
berjiwa besar, supel, susah mengalah dan alergi pada sesuatu yang detail.

AB
unik, cuek, banyak akal dan berkepribadian ganda.

Fakta Mengenai Golongan Darah

yang paling ngaret kalo janjian:
B (karena nyantai terus)
O (karena flamboyan)
AB ( karena gampang ganti program)
A (karena gagal dalam disiplin)

yang paling susah mentolerir kesalahan orang:
A (karena perfeksionis dan narsisme-nya terlalu besar)
B (karena easy going, tapi juga gampang menuduh)
AB (karena asal beda)
O (gampang memutuskan sesuatu, tapi juga gampang memaafkan)

yang paling bisa dipercaya:
A (karena konsisten dan taat hukum)
O (demi menjaga keseimbangan)
B (demi menjaga kenikmatan hidup)
AB (mudah ganti mood)

yang paling disukai untuk jadi teman:
O (orangnya sportif)
A (selalu tepat waktu)
AB (kreatif)
B (tergantung mood)

temen yang paling disebelin:
B (egois, semaunya sendiri)
AB (terlalu tinggi harapannya)
A (terlalu taat dan ribut mengenai hal-hal detil)
O (sulit mengalah)

artikel ini diambil dari hanalala episode keberapa gitu gue lupa :P

Nama Film, Tahun Rilis: Vantage Point, 22 Februari 2008
Pemeran: Dennis Quaid (Banners), Mathew Fox (Kent), Forest Whitaker (Howard Lewis)
Sutradara: Pete Travis
Produksi: Sony Pictures
Produser: Tania Landau & Ricardo Del Rio
Penulis: Barry Levy
Reviewer's Rating: ¶¶¶¶
Genre: Action

Setelah sukses dengan serial TV-nya, Pete Travis kembali dengan sebuah film layar lebar yang sangat menonjol teknik camera movement-nya. Film ini menyajikan sebuah detail tragedi pengeboman dan usaha penculikan Presiden Amerika dari berbagai sudut pandang tokoh-tokohnya. Bagaimana detail tragedi itu dari sudut pandang Barnes (Dennis Quaid), seorang bodyguard yang perbah tertembak peluru dalam misi melindungi presiden dan masih tertekan hingga sekarang, bagaimana menurut pandangan seorang turis negro yang tanpa sadar mengetahui banyak rahasia kebenaran dalam kejahatan tersebut dari balik handycamnya, sampai semua kejadian yang sebenarnya berlangsung.
The Best of The Film is, tidak terekamnya kamera-kamera lain dalam setiap shot yang ditampilkan. Padahal film tersebut merupakan film yang terdiri dari scene-scene yang diambil dalam waktu bersamaan. Yang mana pada waktu bersamaan mereka melakukan tidak hanya satu pengambilan gambar saja, melainkan banyak scene-scene berbeda dari setiap tokoh yang terjadi dalam waktu dan lokasi yang sama. Selain itu juga penanganan waktunya sangat pas dan mendetail walaupun jika diperhitungkan dengan seksama ada menit dimana scene-scene dari tokoh berbeda yang ceritanya terjadi bersamaan terlihat tidak pas.
What’s not really good is, ada shot yang kurang natural yang ceritanya merupakan gambar yang diambil si turis menggunakan handycamnya dari balik tralis jembatan penyeberangan. Seharusnya gambar yang diambil menggunakan handycam itu akan sedikit terhalang oleh tralis, namun di dalam film ini gambar tersebut terlihat jauh lebih jernih seakan-akan tanpa ralis yang mengahalangi gambar. Selain itu juga adegan-adegan utama dalam film ini merupakan adegan yang ramai dimana hampir setiap tokoh tidak mengalami ketenagan, melainkan penuh dengan pengejaran. Dan lagi-lagi gambar yang diambil oleh si turis dengan handycamnya terlihat tidak alami seperti gambar yang memang bagaimana seharusnya, karna gambar-gambar tersebut terlihat sangat steady, seakan-akan diambil dengan menggunakan kamera ber-tripod.