Inspirational

“Be yourself; everyone else is already taken.” ― Oscar Wilde

Friendship

“A friend is someone who knows all about you and still loves you.” ― Elbert Hubbard

Wisdom

“ Dream as if you'll live forever, live as if you'll die today.” ― James Dean

Inner Beauty

“Boys think girls are like books, If the cover doesn't catch their eye they won't bother to read what's inside".” ― Marilyn Monroe

Relationship

“When someone loves you, the way they say your name is different. You know that your name is safe in their mouth.” ― Jess C. Scott, The Intern

Rabu, 29 September 2010

3 IDIOTS




Title:
3 IDIOTS
Release Date:
24 Dec 2009
Genre:
Comedy, Drama, Romance
Director:
Rajkumal Hirani
Writers:
Vidhu Vinod Chopra (screenplay)
Rajkumal Hirani (story)
Editor:
Rajkumal Hirani
Run Time:
2 hours 40 minutes
My Rating:
8/10

Katakana “Aal izz well” dan semua akan baik-baik saja. Begitulah yang selalu dikatakan Ranchodas Shamaldas Chancad (Aamir Khan) dalam menghadapi segala peristiwa buruk baik yang menimpa dirinya dan sahabat-sahabatnya. Awalnya Farhan Qureshi (Madhavan) dan Raju Rastogi (Sharman Joshi) , teman sekamarnya itu menganggapnya aneh, namun ternyata apa yang dilakukan Rancho adalah semata-mata karena ia punya pandangan berbeda dengan kebanyakan orang mengenai arti hidup. “Hidup bukanlah untuk mendapatkan nilai baik ataupun gelar, melainkan kita hidup untuk mengjar mimpi”, “Chase excellence and success will follow” adalah pesan yang diajarkan oleh 3 IDIOTS dengan cara yang santai dan sangat menghibur. Film ini akan membuatmu tertawa terpingkal-pingkal karena tingkah laku kocak para tokoh yang tidak terduga, ditambah sound-sound yang tentunya lucu-lucu. Namun, dalam prosesnya film ini akan mengajarkan apa sebenarnya arti hidup yang terkadang tidak kita sadari.

3 IDIOTS memceritakan tentang kehidupan Rancho, Farhan (Madhavan), dan Raju (Sharman Joshi) sebagai mahasiswa teknik yang penuh konflik. Mulai dari masalah dengan senior di awal tahun, teman yang bunuh diri karena proyeknya ditolak Virus, tingkah laku Chatur Ramalingan (mahasiswa-yang menurut dirinya sendiri-terpandai di sana), gagal saat ujian, tertariknya Rancho dengan Pia (Kareena Kapoor) anak “Virus” sebutan mereka untuk direktur Imperial College of Engineering, Raju yang berusaha bunuh diri karena diskors, dilema Farhan dalam memilih masa depan, hingga bagaimana pada akhirnya mereka dipertemukan kembali setelah bertemu dengan Rancho Palsu??

Kalian tahu apa yang hebat dari film ini? Aamir Khan tidak pernah terlihat seperti laki-laki berumur 44 tahun di sini! itu menjadi prestasi juga bagi sang Make-up Artist. Selain itu, sang sutradara pun tidak segan-segan melakukan pengambilan gambar dari atas langit yang pastinya menggunakan helicopter untuk menggambarkan suasana dan pemandangan dalam film ini agar berkesan lebih wah. Mungkin ada juga beberapa adegan saat mobil yang berisi Raju, Farhan, dan Chatur melintas di daerah pegunungan yang diambil dari atas pohon atau daru puncak bukit atau sejenisnya. Selain itu juga, setiap scene yang menggambarkan rumah Raju pasti dibuat hitam-putih, untuk menambahkan kesan jadul. walaupun lebih banyak sequence di dalam kampus atau asrama kampus, tapi shotnya yang berbeda-beda tidak membosankan. Juga banyak shot yang diambil close up untuk lebih menegaskan keadaan dalam cerita sehingga membut kita terbawa kedalam cerita (terutama saat persalinan kakaknya
Pia (Mona) di semacam aula serbaguna yang mana saat itu gelap. mereka bisa mengambil gambar tepat di atas tanpa menimbulkan bayangan kamera pada objek). Ending film ini tidak terduga, kalian pasti akan dibuat tertawa shock saat mengetahui akhirnya. At least, this film is amazing and entertaining!

Rabu, 22 September 2010


HOT FUZZ
Big Cops, Small Town, Moderate Violence
Director:
Edgar Wright
Produced by:
Nira Park
Written by:
Simon Pegg & Edgar Wright
Genre:
Action, Comedy, Mystery
Runtime:
2 hours 1 minute
Editor:
Chris Dickens
Distributed by:
Universal Pictures

Polisi London hebat. Terlalu hebat. Nicholas Angel (Simon Pegg) membuat rekan-rekan polisinya terlihat payah sehingga mereka memutuskan untuk menugaskan Angel ke kota kecil yang damai bernama Sandford. Disana ia berpasangan dengan Danny Butterman (Nick Frost), anak seorang kepala inspektur Sandford Frank Butterman (Jim Broadbent) yang senang menanyainya tentang kehidupan penuh aksi Angel saat di London. Semua terasa damai bagi Angel, sampai 2 orang actor ditemukan terbunuh secara tragis. Rekan polisi lainnya menyebutnya kecelakaan, tetapi Angel tidak bisa menerimanya. Tidak dimana banyak dan banyak lagi korban-yang menurutnya-pembunuhan berjatuhan. Angel dan Danny berada dalam situasi sulit saat tak ada yang memercayai teori pembunuhan tersebut, sampai akhirnya ia memulai investigasi dan mencoba mengungkap kebenaran dibalik misteri “kecelakaan” berantai tersebut..
Hot Fuzz merupakan serial kedua dari trilogy Blood and Ice Cream, yang mana serial pertamanya adalah Shaun Of The Dead, dan The World’s End sebagai serial terakhirnya. Bila di serial pertamanya beraliran horror-comedy (comedy-zombie), maka di serial kedua ini mereka memberikan action-comedy. Mungkin akan sulit membayangkan film action yang dibumbui komedi, dimana kebanyakan film action hanya dibumbui komedi di bagian dialog antar tokoh saja, tapi Simon Pegg dan kawan-kawan berhasil mewujudkan adegan action plus adegan komedi yang menyegarkan suasana tegang namun tidak melenceng dari setting film yang serius.
Secara teknis, film ini mengesankan dengan banyaknya shot-shot detail (amat detail) yang memperjelas setiap adegan. Dan disini banyak shot yang diambil dengan gerakan cepat (entah berputar ataupun hanya bergeser), namun hasil gambarnya mulus dan tidak membuat pusing. Walaupun ada juga shot yang tidak kontras yang maksudnya menggambarkan Angel yang melihat papan nama desa Sandford di sebelah kiri mobil (saat Angel baru menuju Sandford dengan taksi), tapi ternyata Angel digambarkan menengok kearah kanan mobil saat terkejut melihat papan tersebut.
Well, dari segi cerita,setiap adegan di film ini unpredictable dan membuat penonton tidak ingin melewatkan setiap adegannya. Klimaksnya adalah saat Angel berhasil mengungkap kebenaran dibalik semua “kecelakaan” berantai tersebut sampai terjadi tembak menembak yang..tetap mengandung unsur komedi. So, bagaimanakah akhirnya? Apakah Happy Ending? Tidak juga, ada sesuatu yang mengejutkan di endingnya. Intinya, film ini mengingatkan kita bahwa tidak semua yang ‘terlihat baik’ akan baik pula di dalamnya, terkadang ada tindak kejahatan yang berkedok kebaikan. Ini memperingatkan kita untuk berhati-hati dalam mempercayai seseorang 